Jual Plastik Mulsa Tambak Harga Murah Udang Vanname Fanami Vannami

Peluang Ekspor Udang Vaname


Udang vannamei juga merupakan komoditas ekspor andalan pemerintah untuk menggaet devisa negara sehingga pengembangan ekspornya menjadi perhatian utama. Hal ini terbukti dengan dicanangkannya PROTEKAN 2003 dengan target nilai ekspor sebesar 7,6 milyar dollar Amerika yang sekitar 6,78 milyar dollar Amerika (70%) berasal dari hasil penjualan udang.

Dipilihnya udang sebagai andalan utama penggaet dev isa tentu beralasan. Alasan pertama, Indonesia memiliki I uas lahan budi daya yang potensial untuk udang, yakni mencapai 866.550 hektar, sementara sampai tahun 1999 luas tambak yang dibangun baru mencapai 344.759 ha. Artinya, tingkat pemanfaatannya baru 39,7%. Sementara itu, potensi penangkapan udang di laut diperkirakan 74.000 ton/tahun dan telah dimanfaatkan sekitar 70.000 ton/tahun.

Dengan demikian, tingkat pemanfaatan dari penangkapan di laut sudah mencapai 95% sehingga andalan utamanya adalah udang hasil budi daya di tambak. Dengan target produksi konservatif sekitar 2 ton udang vannamei per hektar per tahun saja paling tidak bisa dihasilkan 1 juta ton udang per tahun. Jika harga per kilogram udang vannamei sekitar 10 dollar Amerika, nilai yang diperoleh dari penjualan udang vannamei mencapai sekitar 10 milyar dollar Amerika. Dari segi bisnis, jumlah tersebut tentu saja sangat menggiurkan.

Alasan kedua, secara umum Indonesia memiliki peluang yang sangat baik untuk memosisikan diri sebagai salah satu produsen dan eksportir utama produk perikanan, terutama
udang. Kenyataan ini bertitik tolak dari besarnya permintaan produk udang, baik di pasar domestik maupun pasar ekspor. Besarnya permintaan terhadap produk perikanan ini disebabkan oleh terjadinya pergeseran selera konsumen dari red meat (daging merah dari ternak ruminansia) menjadi white meat (daging udang  atau ikan), terutama setelah merebaknya berbagai penyakit ternak, seperti penyakit mulut dan kuku dan penyakit sapi gila (mad cow).

Saat ini, pasar utama udang dunia didominasi oleh Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Negara tujuan utama ekspor udang Indonesia saat ini adalah Jepang. Negara tujuan ekspor lainnya adalah Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Cina. Besarnya ekspor udang ke Jepang pada tahun 1998 mencapai 60% dari total ekspor udang Indonesia. Sementara itu, total impor udang dari Jepang pada tahun 1998 sebesar 238.900 ton. Saat ini, Indonesia masih menjadi pemasok utama udang ke Jepang dengan pangsa pasar 22,48% dari total impor udang Jepang.

Negara pesaing utama udang Indonesia di pasar Jepang adalah India, Vietnam, dan Thailand. Amerika Serikat merupakan alternatif ekspor kedua setelah Jepang karena permintaan udangnya terus menunjukkan kenaikan. Pangsa pasar udang Indonesia di pasar Amerika Serikat pada tahun 1998 sebesar 4,85% dari total impor udang Amerika Serikat. Negara pesaing udang Indonesia di pasar Amerika Serikat adalah Thailand, Ekuador, Meksiko, dan India.